Fakta All of Us Are Dead

Banyak hal menarik terjadi di balik layar serial 'All Of Us Are Dead', yang saat ini menjadi tayangan terpopuler di Netflix. Proses produksi sangat luar biasa, mulai dari membangun set sekolah empat lantai hingga adegan one take dengan 200 orang.

Dalam video di balik layar, terungkap bahwa tim produksi harus membangun set tembok sekolah empat lantai semirip mungkin, guna memaksimalkan sekaligus membuat pengambilan gambar lebih aman ketika para karakter berusaha menyelamatkan diri dari serangan zombi.

Sutradara Lee Jae Kyu memaparkan, "Saya pikir ruang, lokasi dalam konten zombi sangat penting. Ada banyak darah, dan itulah mengapa saya merasa kami membutuhkan satu set darah kami sendiri."

"Ketika kami melihat ke dalam set, itu seperti lebarnya seratus meter. Itu pada dasarnya seperti gedung sekolah empat lantai di dalam lokasi syuting dan kami akan berada di sana sepanjang waktu. Jadi rasanya seperti kami benar-benar pergi ke sekolah, tetapi sekolah yang sangat suram," jelasnya.

Kemudian adegan intens ketika serangan zombi dimulai dari kafetaria diambil dengan metode one take atau satu kali rekam. Padahal ada lebih dari 200 orang yang terlibat dalam pembuatan adegan tersebut.

 

 

Lee Jae Kyu berbagi, "Untuk adegan kafetaria dan perpustakaan, kami memiliki semua aktor zombi dan anggota kru dan kami akan melakukan beberapa perekaman percobaan, dan kemudian kami akan melakukan latihan lagi dengan para pemain."

 

Latihan menjadi kunci penting dalam proses syuting 'All Of Us Are Dead'. Setiap pemain utama maupun pendukung menjalani latihan koreografi zombi dan sekolah aksi selama berbulan-bulan sebelum syuting.

"Saya pikir yang paling penting karena yang paling saya inginkan adalah perasaan realistis dari adegan itu," ujar Lee Jae Kyu dalam sesi jumpa pers pada 26 Januari lalu.

Ia menjelaskan, "Saya ingin orang-orang merasa benar-benar tenggelam. Jadi saya ingin orang merasa, berada di adegan itu sendiri. Jadi itulah mengapa kami melakukan banyak latihan dan saya pikir itu benar-benar membantu kami menciptakan adegan yang hebat."