6 Pilihan Profesi di Industri E-Sport yang Bisa Dilirik Milenial

Industri olahraga elektronik atau e-sport sedang ranum-ranumnya di dunia nih tebsholic. Terutama di Asia yang terkenal sebagai gudang tim-tim garang turnamen e-sport taraf internasional. Di Indonesia, nama olahraga e-sport memang belum akrab di telinga. Namun bukan berarti industri ini tidak berkembang loh. Menurut data dari Newzoo, Indonesia menempati urutan ke-16 pasar gaming global pada tahun 2017. Jumlah penggiat gaming juga terbilang banyak, yakni 43,7 juta gamer.

Berikut beberapa profesi baru selain atlet e-sport, yang bisa ditekuni para generasi muda kedepan dari industri ini.

1."Caster" Seperti pada pertandingan sepak bola atau tinju, umumnya ditemui komentator pertandingan. Itulah yang disebut caster, yakni orang yang bertindak sebagai komentator saat pertandingan e-sport berlangsung. Modal menjadi caster tak gampang. Seorang caster harus benar-benar tahu seluk beluk game yang sedang dimainkan. Ia pun wajib memiliki pengetahuan yang luas. "Dia juga harus pandai ngomong soal game, enggak boleh "mati angin"," jelas Dedy.

 

2. Pembawa acara Pertandingan e-sport identik dengan kemeriahan bernuansa garang. Sebab itulah, pembawa acara pertandingan e-sport dituntut untuk heboh, demi menghidupkan suasana pertandingan. Tak hanya itu, pembaca acara juga wajib paham soal game yang dipertandingkan, seperti halnya caster.

 

3. Analis pertandingan Analis pertandingan e-sport biasanyan lebih dari dua orang. Mereka adalah orang-orang yang benar-benar paham teknis bermain game.

 

4. Content Creator Di industri e-sport, Content Crator bertugas untuk membuat konten seputar e-sport, bisa berupa grafik atau berita.

 

5. Manajer Tim E-sport merupakan permainan tim, sehingga diperlukan kekompakan tim yang solid untuk menang. Dibalik para atlet tangguh, dibutuhkan seorang manajer tim yang bertugas mengatur jadwal tim untuk membangun kekompakan. Manajer harus bisa mencocokan jadwal latihan tim. Ia juga bertanggung jawab penuh untuk timnya, termasuk masalah kontrak pemain, mencari bakat baru, dan memotovasi timnya.

 

6. Pelatih Seperti olahraga lainnya, e-sport juga memerlukan bimbingan pelatih untuk mengembangkan strategi jitu. Pelatih juga bertugas menakar kelemahan dan keunggulan lawan, untuk menyipakan strategi timnya. Pelatih e-sport tentu saja harus memiliki pengetahuan lebih dalam soal e-sport, termasuk teknik-tekniknya. Baca juga: Menakar Potensi e-sport di Indonesia Selain beberapa profesi di atas, adapula tim pendukung yang juga sangat dibutuhkan. Seperti developer (pengembang), teknisi untuk memastikan perlengkapan gaming lebih optimal. Jika industri e-sport berkembang, industri lain pun bisa bersinggungan, seperti penulis naskah game, atau pembuat film yang diadaptasi dari game populer.