KAMERA FILM MAKIN MENJAMUR DI KALANGAN MILENIALS!

Tebsholic, evolusi teknologi memengaruhi banyak hal di sekitar kita, termasuk urusan kamera! Coba saja Tebsholic ingat-ingat, dulu gak banyak orang biasa yang memiliki „kamera besar?. Tapi, makin ke sini, gak sulit lagi menemukan seseorang yang bukan profesional di bidang fotografi menenteng kamera DSLR saat berkumpul bersama teman-teman.

Teknologi membuat kamera yang mampu menghasilkan gambar maksimal menjadi mudah digunakan oleh siapapun. Bahkan kini, selain mudah juga makin simple lewat jenis mirrorless yang makin menonjol popularitas di tengah anak hipster nih Tebsholic!

Tapi bukan berarti beralih dari teknologi baru, tapi kadang lo pasti bosan dan merasa kalau teknologi kamera analog tak hanya menawarkan fungsi teknisnya, tapi juga mengasah teknik dan "rasa?. Maka itu, komunitas fotografi bertema retro terus berkembang, dan mengombinasikan dengan gaya hidup digital terkini, yaitu membagikannya di saluran media sosial, seperti Instagram.

Di Indonesia pun, komunitas pecinta kamera analog cukup banyak tersebar di berbagai kota di Nusantara. Ada juga pecinta kamera analog, Wihinggil Prayogi, yang juga pendiri Komunitas Kamera Analog Yogyakarta.

Katanya nih, kamera analog masih layak jadi kebutuhan, terutama untuk yang ingin lebih serius mendalami fotografi; entah sebagai hobi ataupun profesional. Menurutnya, fotografi analog bukan hal kuno, cuma mekanismenya saja yang manual. “Menurut saya, tak semua proses yang terjadi di digital bisa kita lihat. Maka itu, analog memberikan perspektif proses penciptaan gambar yang berbeda, sebuah seni fotografi murni, tanpa olah dan edit,” itu pendapatnya, Tebsholic!

Gimana? Ready to be "Retro? again Tebsholic?