GAK HANYA LEWAT UPACARA, INI CARA LAIN MENGENANG PARA PAHLAWAN!

Halo Tebsholic! Lo mungkin menganggap lagu keroncong itu jadul dan gak gaul. Tapi, apakah lo tau pada zaman perjuangan dulu, para seniman cerdas mengakali keroncong agar tak cuma jadi hiburan. Langgam keroncong diciptakan sedemikian rupa sehingga mampu menggungah semangat para pejuang alias pahlawan. Dalam rangka mengenang perjuangan para pahlawan yang memperjuangkan negri kita tercinta ini, yuk kita dengarkan 8 lagu keroncong yang penuh semangat ini!

 

1. Sepasang Mata Bola

Tebsholic tak asing dengan nama Ismail Marzuki? Ya, lagu ini merupakan salah satu karyanya. Diceritakan dalam lagu ini, para pahlawan naik kereta dari Jakarta menuju Yogyakarta, medan perwira. Orang-orang kagum pada para pembela tanah air tersebut, yang rela berkorban jiwa raga. Tak henti mereka berdoa untuk keselamatan dan kemenangan para pahlawan agar kelak dapat berjumpa lagi.

 

2. Bandung Selatan di Waktu Malam

Ismail Marzuki memang top banget. Bandung Selatan di Waktu Malam adalah salah satu tembang ciptaannya yang abadi. Lagu ini mengisahkan keindahan Bandung Selatan di malam hari yang tentram, apalagi ditambah suara ibu menyanyi. Hayoo Tebsholic, lo yang anak Bandung wajib banget dengerin lagu tentang daerah lo!

 

3. Jembatan Merah

Lagu keroncong yang super menyedihkan ini diciptakan oleh Gesang. Lagu ini mengisahkan seorang perempuan yang melepas kekasihnya pergi ke medan perang. Dari dulu (entah tahun kapan) sang kekasih pergi berperang dan gak balik balik, Tebsholic. Hiks.

 

4. Gugur Bunga

Lagu keroncong lawas yang satu ini juga menyedihkan loh Tebsholic. Diciptakan oleh Ismail Marzuki, demi mengenang gugurnya para kusuma bangsa demi membela kemerdekaan Indonesia. Meski sedih, lagu ini memberi semangat pada para pejuang karena dengan mengenang mereka yang gugur, para pejuang termotivasi untuk berjuang lebih agar kematian mereka tidak sia-sia dan tidak ada yang gugur lagi.

5. Melati di Tapal Batas

Tebsholic. Lo harusnya tau kalau melati adalah puspa bangsa Indonesia. Melati di Tapal Batas merupakan karya Ismail Marzuki di tahun 1946. Kalau dilihat dari liriknya, diceritakan seorang pejuang perempuan (yang cantik dan murni) pun turut mengawal negara. Tak mau kalah dengan para pemuda di kala itu. Wow.

6. Selendang Sutera

Selendang Sutera adalah salah satu lagu keroncong perjuangan yang masuk kategori romantis syahdu. Berkisah tentang sisi melankolis di balik aksi kepahlawanan. Sebelum perang, sang pahlawan mendapatkan kenang-kenangan berupa selendang sutera dari pasangannya. Selendang itu dibawa pula di tengah peperangan. Dan sangat berjasa membalut luka ketika lengan sang perwira terluka parah.

7. Rangkaian Melati

Lagu Rangkaian Melati karya R. Maladi mempunyai makna tentang para perempuan zaman dulu yang tulus dan menerima sang kekasih yang turut memanggul senjata. Mereka bener-bener paham resiko kalau sang pacar mungkin gak akan kembali lagi dan mereka nerima tanpa protes lho, Tebsholic.

8. Pahlawan Merdeka

Lagu keroncong Pahlawan Merdeka diciptakan oleh Wage Rudolf Supratman dalam rangka menghormati mereka yang gugur sebagai ratna negara. Sejalan dengan seruan Bung Karno: Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya. Para kusuma bangsa tentu tak boleh diabaikan.

Tebsholic, sudahkah diri lo mengenang dan berterimakasih pada para pahlawan? Segaul dan sekekinian apapun diri lo, lo tetep harus kenal sejarah dan menghargai jasa para pahlawan ya Tebsholic! Perjuangan Bangsa Indonesia terus berlanjut, dan lo para generasi muda merupakan pahlawan di era selanjutnya!