Musisi yang ‘Banting Setir’ jadi Aktor

Hallo Tebsholic! Pasti udah lihat akting Jared Leto sebagai The Joker di Suicide Squad? Terlepas dari pro dan kontra, Leto mengemban beban berat untuk merepresentasikan sosok Joker terbaru setelah nama besar seperti Jack Nicholson dan almarhum Heath Ledger dengan standar tinggi untuk karakter musuh bebuyutan Batman paling gila nih Tebsholic. Ada yang berpendapat Leto gagal berperan sebagai Joker baru, ada juga yang bilang ia cukup berhasil.

Selain akting, Tebsholic juga tahu Leto punya band 30 Second to Mars, dengan merilis 4 album yang terjual total hampir 15 juta kopi, menjalani tur dunia ke berbagai negara serta sukses menyabet berbagai penghargaan.

Memang sulit ya Tebsholic mentransformasikan emosional ekspresi ke musik sebagai medium artistik. Proses menciptakan lagu menuntut letupan momentum kreatifitas yang jujur dan spontan. Apa yang tertuang dalam sebuah lagu adalah refleksi emosi terdalam seorang musisi.  Berbeda dengan proses akting yang lebih terstruktur, terencana dan mekanik. Seorang aktor/aktris beroperasi berdasarkan komando seorang sutradara juga berdasarkan skenario yang ada.

 

 

Dan seorang musisi hanya mempunyai beberapa jam momen di panggung untuk menumpahkan dirinya. Musisi terbiasa memerankan satu karakter di panggung dan bertransformasi dari lagu ke lagu mengikuti muatan emosi. Karena itu musisi biasanya lebih fleksibel ketika menyusup ke dalam sebuah peran saat menjadi aktor. Lain halnya dengan aktor yang mencoba berkespresi lewat medium musik. Tidak semua aktor bisa berdapatasi dengan ritme spontanitas membuat musik. Mungkin proses mekanisme kerja kreatif yang terbiasa terstruktur dam berpola, membuat aktor agak kesulitan untuk menumpahkan diri mereka dalam melodi dan nada selama 3-4 menit.

Tebsholic mau bukti? Mick Jagger sukses memerankan seniman di film cult Performance (1970), sebagai perampok legendaris asal Australia Ned Kelly (1970) dan seorang kriminil cyber di film FreeJack (1992). David Bowie yang sudah terbiasa menjadi bunglon dalam karir bermusiknya tidak kesusahan saat berperan di berbagai film seperti jadi tahanan perang di Merry Christmas Mr. Lawrence (1983), seorang raja pemimpin monster di film anak-anak The Labyrinth (1986), Andy Warhol di Basquiat (1996) serta Nikolai Tesla di film The Prestige (2006). Sementara Iggy Pop mulai ikut berakting di dekade 90an lewat Cry Baby (1990), The Crow: City of Angels (1996), Coffee and Cigarettes (2003) dan masih banyak lagi. Vokalis The Who juga berhasil berperan di film Tommy dan Lizstomania tahun 1975, Mc Vicar (1980), Vampirella (1996) dan Chasing Destiny (2000).

Sebenarnya mencoba hal-hal baru adalah tantangan besar, sukses atau tidaknya tergantung cara Tebsholic menjalaninya. Jadi, jangan cepat menyerah ya Tebsholic!