Apa Perbedaan antara ‘Traveller’ dengan ‘Traveller Kekinian’

Tebsholic, travelling itu dilakukan para penjelajah sejati untuk memuaskan keinginannya untuk mengeskplor tempat baru. Hebatnya, sekarang ini gaya hidup dengan travelling banyak digandrungi anak muda Indonesia. Tapi sayangnya, gaya hidup yang satu ini malah disalah gunakan oleh anak muda hanya untuk mendapatkan gelar “kekinian” di belakang namanya. Jadinya, sekarang agak susah deh membedakan mana yang benar-benar “traveller sejati” dan “traveller kekinian”. Nah, ini dia nih beberapa perbedaan “traveller sejati” dan “traveller kekinian”.

1 Celana untuk 10 Baju vs 10 Celana 10 Baju

Kalo “traveller sejati” memang ber-travelling untuk memuaskan kebutuhan wanderlust-nya, jadi doi nggak peduli pakaian yang doi pakai, yang terpenting adalah efektifitas untuk mencapai tujuannya. Bahkan, nggak jarang memilih untuk nyuci selama perjalanan. Tapi, kalau “traveller kekinian”, doi nggak akan pergi sebelum yakin dengan pilihan mix and match baju-bajunya.

 

“Makan mah Gampang!” vs Snack Everywhere

Kalo “traveller sejati” gak khawatir tentang makanan karena sudah terbiasa membiasakan diri di tempat baru, nah kalo “traveller kekinian” malah khawatir akan kecocokannya terhadap makanan lokal tersebut. Nggak jarang, dengan alasan “takut lapar di sana”, para “traveller kekinian” malah bawa berbagai macam jenis camilan. Ribet nggak Tebsholic?

 

Makanan dengan Kearifan Lokal vs Makanan dengan Ke-Instagramablenya

Yang namanya keinginan untuk mengeksplor tempat baru, pastinya nggak akan lengkap tanpa mengeksplor makanan lokal dan “traveller sejati” nggak akan ragu untuk mencoba berbagai macam jenis makanan baru nih Tebsholic. Kalo “traveller kekinian” mah lebih memilih untuk nongkrong di tempat kekinian biar bisa update status.

 

Pergi se-mau kaki vs Tanya sana-sini

Traveller sejati” nggak khawatir akan kesasar dan juga berjalan mengikuti arah hati karena pada umumnya ia sudah siap untuk berjuang dan bertahan di jalan. Tapi, kalau “traveller kekinian”, kemungkinan besar doi gak akan menikmati setiap kesasaran yang dihadapi dan malahan berkeluh kesah.

 

Sebuah Ransel vs Sebuah Tas+tentenganya

Disaat “traveller sejati” mengusung efektifitas biar gampang ke sana kemari, “traveller kekinian” malah nggak mempertimbangkan kembali bawaan banyaknya yang bahkan bawa koper plus dengan berbagai tentengannya.

So, which Traveller are you, Tebsholic?