Mungkin Aku Bukan Yang Pertama, Tapi Bisakah Aku Menjadi Penghuni Terakhir

Tak jarang aku membayangkan menjalani hari dengan senyuman lebar bersama orang yang kucinta. Segala kesukaran hidup tampaknya akan sirna, tergantikan oleh raut muka ceria yang terngiang di kepala. Namun aku menyadari, bahwa aku masih perlu melangkah begitu jauh sebelum dapat meraihnya, itu pun jika ada masih ada untukku jalan yang terbuka.

 

1. Mengenalmu berarti menggaungkan namamu tanpa henti

Segala sesuatu rasanya dapat berjalan begitu normal sebelumnya, tepatnya ketika aku belum pernah mengenalmu. Namamu selalu muncul secara otomatis di setiap waktu di dalam pikiran, bahkan ketika aku sedang tidak ingin memikirkannya sekalipun.

Itu sungguh menggangguku beraktivitas setiap hari. Namun di sisi lain, itu juga membuatku semangat untuk memperbaiki kualitas diri.

 

2. Kamu hanyalah manusia biasa, tapi kamu terlihat berbeda bagiku entah mengapa

 

Mungkin ini bukan kali pertama aku merasakan jatuh cinta atau memendam perasaan romantis terhadap seseorang, jadi seharusnya aku sudah terbiasa dengan hal seperti ini. 

Tetapi kenyataannya adalah semakin aku berusaha untuk memandangmu dengan cara yang biasa, semakin banyak hal indah yang ku lihat di dalam dirimu.

Aku mengakui kalau diriku kalah dalam mengelola perasaan, dan angan atau mimpi untuk mendapatkanmu adalah pemenangnya.

 

3. Angan untuk memiliki, tampaknya hanyalah ambisi untuk menyakiti diri sendiri

 

Berbulan - bulan sudah kita lalui bersama, mulai dari bertukar cerita sampai suka dan duka. Berkali - kali kita bertatap muka dan berbagi pandangan. Namun aku merasa hanya berlari di tempat; mengorbankan diriku hanya untukmu, namun belum ada titik cerah untuk ini. 

Suatu ketika, kuberanikan bertanya padamu tentang apa yang sebenarnya kamu inginkan. Secara tersirat, kamu mengatakan padaku bahwa kamu membutuhkan waktu untuk menyayangi seseorang. Aku berusaha mencerna kalimat itu sebaik mungkin.

Apakah kamu sedang berusaha mengatakan padaku bahwa kamu tidak tertarik denganku? Atau mungkin, sudah lebih dulu ada seorang lainnya yang beruntung yang kamu persilakan hadir? Atau aku hanyalah sebuah pilihan dan ada orang lain yang kau jadikan pilihan utama? Entahlah, hanya kamu seorang yang tahu faktanya.

Meskipun sudah jelas kamu berkata seperti itu, angan untuk memilikimu masih saja bersikukuh untuk dipenuhi.

 

4. Jika kepercayaan adalah faktor penyebabnya, maka izinkan aku untuk membuktikan 

 

Tak perlu khawatir untuk membuka hati, karena aku akan berusaha membuatmu percaya bahwa aku adalah seorang yang layak untuk dinanti. Perlahan tapi pasti. Maka ijinkanlah aku untuk masuk, memenuhi lini yang belum terisi.

Tak apa, tak ada salahnya mencoba. Lagi-lagi, aku kalah dalam permainan mengelola perasaan, dan angan untuk memilikimu adalah pemenangnya.

 

5. Tetap setia menaruh hati, sekalipun nanti ribuan kali tersakiti

Seperti sebuah film, series dan lagu romance yang kamu rekomendasikan padaku untuk ditonton dan didengarkan, aku akan mencintaimu dalam diam sekalipun itu menyakitkan. Aku akan selalu bersikap baik padamu sekalipun itu tak dilihat oleh kedua matamu.

Berulang kali aku mengatakan padamu bahwa aku menyukai film itu karena jalan ceritanya sangat sesuai dengan apa yang aku alami. Tapi tampaknya kamu tidak menangkap pesan yang aku maksudkan.

Atau mungkin, sebetulnya kamu sadar tapi memilih untuk tidak peduli? Sekali lagi, hanya kamu seorang yang tahu faktanya. Namun yang jelas, aku akan tetap berusaha dan selalu menyayangimu hingga nanti, hingga nafas terakhirku.