Tips Sederhana Atasi Kurang Tidur Selama Puasa!

Tebsholic, selama bulan puasa kita bakalan bangun menjelang subuh untuk sahur. Namun, bagaimana jika jam tidur kita masih saja berantakan seperti sebelumnya? Hal ini tentu akan berdampak pada performa kita pada hari itu.

Akibat kurang tidur, akan banyak aktivitas yang terhambat. Tapi, tenang saja nih. Kali ini ada sederet cara yang bisa banget lo coba untuk mengatasi kurang tidur selama bulan puasa.

1. Kurangi makanan atau minuman berkafein.

Biar lo bisa mengatasi kurang tidur selama puasa, ada baiknya mengurangi mengonsumsi makanan atau minuman berkafein. Kandungan kafein yang ada di makanan itu bakalan bikin mata sulit terpejam, sehingga lo akan terus terjaga sepanjang malam.

Selain itu, kafein yang terlalu banyak juga kurang baik untuk Kesehatan. Terlebih dikonsumsi ketika dalam seharian penuh perut lo dalam kondisi kosong. Bila engga mau terjadi sesuatu dengan Kesehatan lo, ada baiknya untuk secara perlahan mengurangi konsumsi makanan atau minuman yang mengandung kafein saat puasa.

2. Cobalah untuk tidur lebih awal.

Lo boleh percaya atau engga, tapi tubuh kita punya kemampuan alami untuk menyesuaikan diri terhadap pola tidur. Hal ini disebut dengan jam sirkadian tubuh. Jam sirkadian ini secara alami bakalan terus berotasi sesuai dengan kebiasaan tidur lo.

Nah, kalau lo terbiasa tidur jam 10 dan bangun jam 5 pagi, maka tubuh lo akan menyesuaikannya secara otomatis. Tapi karena kita harus bangun saat sahur, otomatis jam tidur kita haru jadi lebih awal untuk jadi alternatif paling mudah buat melengkapi jam tidur normal kita

3. Perhatikan apa saja yang kamu konsumsi.

Siapa yang kalo lapar bakalan sulit tidur? Kalo lo suka mengalami hal itu, lo perlu perhatikan dengan betul apa saja yang lo konsumsi. Engga hanya itu saja, ada beberapa makanan atau minuman yang dapat memicu lo untuk tetap terjaga sepanjang malam.

Oleh karena itu, sebisa mungkin hindari mengonsumsi makanan atau minuman seperti itu. Biasanya makanan atau minuman yang memiliki kadar gula yang tinggi akan menyumbang kesulitan tidur yang lo alami. Sehingga, jam tidur dapat berantakan karenanya.