LO SERING JADI KORBAN BULLY? INI DIA TIPS BUAT MENGHADAPINYA

Bullying merupakan sebuah penindasan, intimidasi, atau tindakan sabotase yang dilakukan seseorang atau sekelompok orang pada orang lain. Perundungan (bullying)  bisa terjadi karena dia merasa sangat hebat, sangat kuat, dan merasa paling berkuasa sehingga dia mencari orang yang dianggapnya lemah dan rentan.

Hal tersebut banyak terjadi di sekolah. Karena pada masa sekolah emosi anak-anak dan remaja masih belum stabil. Ditambah lagi, pengawasan yang kurang dari orang dewasa serta sikap acuh teman-temannya membuat kasus bullying semakin mudah dilakukan.

kali ini Tebs mau kasih tau gimana cara membela diri untuk menghadapi Bully. 

 

1. Perlihatkan kepercayaan diri

Memiliki kepercayaan diri akan membuatnya terhindar dari bullying. Membangun tingkat kepercayaan diri bisa dimulai dengan bahasa tubuh yang meyakinkan, berjalan dengan tenang, dan berani melakukan tatap mata. Membangun mental adalah kunci utama agar tak ditindas.

 

2. Membentuk grup pertemanan

Pelaku bullying atau perundungan biasanya menyerang anak-anak atau remaja, atau rekan kerja yang tampak tak punya teman. Jika orang tersebut tipenya suka menyendiri atau tak punya teman, maka ajari dia menjalin persahabatan walau hanya dengan satu teman. Grup pertemanan akan mencegah perundungan.

 

3. Belajar untuk lebih peka

Kita harus lebih waspada dengan lingkungan sekitar. Apalagi jika terasa ada sesuatu yang tak beres di sekelilingnya. Melatih kepekaan tentang lingkungan tak dapat dilakukan dalam waktu sehari. Membela diri dengan melatih kewaspadaannya, bertujuan untuk menghindarkannya dari keadaan terpojok dan tempat sepi saat dikeroyok. 

 

4. Hindari perkelahian

Kadang, menghindari perkelahian dianggap sebagai tindakan pengecut. Menghindari perkelahian sama saja sedang mencegah situasi yang lebih buruk terjadi. Maka, sebelum situasi jadi lebih runyam, lari adalah cara terbaik untuk mencegahnya.

5. Gunakan suara yang tegas

Para pembully biasanya ngga bakal menyerang orang yang memiliki kepercayaan diri dalam suaranya. Namun, hal ini perlu latihan khusus, terutama dalam situasi darurat. Suara yang tegas juga dapat menjadi teror mental para perundung bahwa lawannya bukanlah orang yang lemah. Sehingga lawan akan berpikir ulang soal serangan yang ia rencanakan.